<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!-- generator="FireBoard 1.0.5RC2"> -->
<rss version="0.91">
    <channel>
        <title>www.arupadhatuindonesia.com - Forum</title>
        <description>FireBoard Site Syndication</description>
        <link>http://www.arupadhatuindonesia.com</link>
        <lastBuildDate>Mon, 06 Sep 2010 10:36:03 +0700</lastBuildDate>
        <generator>FireBoard 1.0.5RC2</generator>
        <image>
	        <url>http://www.arupadhatuindonesia.com/components/com_fireboard/template/dorona_brown/images/indonesian/emoticons/rss.gif</url>
	        <title>Powered by FireBoard</title>
	        <link>http://www.arupadhatuindonesia.com</link>
	        <description>FireBoard Site Syndication</description>
        </image>
        <item>
            <title>Subjek: Makam Mbah Priok - oleh: Dari Detik</title>
            <link>http://www.arupadhatuindonesia.com/forum?func=view&amp;catid=2&amp;id=82#82</link>
            <description>http://www.detiknews.com/images/content/2010/04/14/10/priok-dalam.jpg
Jakarta Detik.com- Setelah bentrok kurang lebih satu jam, massa penentang pembongkaran makam Mbah Priok mulai terdesak. Petugas Satpol PP yang jumlahnya tiga kali lipat dari massa berhasil memaksa mereka masuk ke areal makam.

Pantauan detikcom di areal makam, Koja, Jakarta Utara, Rabu (14/4/2010) pukul 07.50 WIB, tiga alat berat Satpol PP juga sudah berhasil merobohkan sebagian tembok makam dari luar. Meski demikian, lemparan batu tetap dilancarkan oleh massa ke arah petugas dan alat berat.

Pintu gerbang areal makam praktis sudah dikuasai petugas. Barikade bakar-bakaran ban juga sudah disingkirkan. Sementara itu petugas Brimob juga sudah turun ke lokasi pembongkaran.

Makam Mbah Priok akan digusur karena berada di atas lahan milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II. Di areal makam rencananya akan dibangun jalan tol, kanal, serta terminal peti kemas.

Mbah Priok merupakan penyebar agama Islam di Jakarta Utara pada abad ke-18. Mbah Priok terkait erat dengan sejarah Jakarta. Namanya menjadi asal mula daerah Tanjung Priok yang dikenal sekarang.

Pembongkaran itu sejatinya akan dilakukan Maret lalu. Namun ditunda seiring rencana kedatangan Presiden Obama, yang kemudian dimundurkan Juni 2010. (lrn rl)

http://www.detiknews.com/read/2010/04/14/080255/1337781/10/massa-mbah-priok-terdesak-tembok-makam-mulai-dirobohkan?991101605</description>
            <pubDate>Wed, 14 Apr 2010 12:20:34 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Subjek: Perusakan Bangunan Bersejarah - oleh: Arupadhatu</title>
            <link>http://www.arupadhatuindonesia.com/forum?func=view&amp;catid=2&amp;id=80#81</link>
            <description> Pembongkaran Bioskop Hebe Pangkalpinang Disesalkan  
Sungailiat, Pembongkaran Bioskop Hebe, yang juga dikenal masyarakat dengan sebutan Bioskop Banteng oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang, dinilai anggota DPD RI asal pemilihan Kepulauan Bangka Belitung, Noerhari Astuti, tidak mempertimbang pelestarian benda cagar budaya.

http://219.83.122.194/web/images/stories/Bioskop_Hebe.jpg

Kepada RRI di Pangkalpinang, Nurhari Astuti mengatakan, perlindungan dan pelestarian eks Bioskop Banteng sebagai salah satu monumen dan kekayaan budaya Bangka Belitung sangat penting, mengingat Bioskop Banteng yang berdiri pada tahun 1917 dan merupakan bioskop pertama di Bangka Belitung, memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Untuk itu, anggota DPD RI Noerhari Astuti menyesalkan sikap Pemerintah Kota Pangkalpinang yang melakukan pembongkaran terhadap Bioskop Banteng demi pembangunan Bangka Trade Center.

Berdasarkan sejarah, berdirinya Bioskop Banteng dibangun atas kemurahan hati dan bantuan Jendral Li Xie He, dengan tujuan sebagai pusat hiburan untuk komunitas Tionghoa perantauan pada tahun 1917. Selain untuk pemutaran film, Gedung Bioskop Hebe juga digunakan sebagai gedung pertemuan dan kesenian masyarakat Tionghoa perantauan pada masa itu, di antaranya pementasan opera Tionghoa dengan Sri Panggung terkenal, yakni Phak Mau yang didatangkan dari Tiongkok.

Pembongkaran Bioskop Banteng berlangsung bulan Februari 2010 lalu, dilakukan Pemerintah Kota Pangkalpinang.

(Wanda Sona Alhamd/HF)[size=4][/size]
 
http://219.83.122.194/web/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=8948:pembongkaran-bioskop-hebe-pangkalpinang-disesalkan&amp;catid=42:nasional&amp;Itemid=109

 
Soal Pembongkaran Garuda dan Surya Anggota Dewan Protes  

PANGKALPINANG, BANGKA POS -- Kehadiran tiga pimpinan DPRD
Pangkalpinang saat perobohan bekas Bioskop Garuda dan Surya, Minggu
(28/2) lalu berbuntut panjang.

Sejumlah anggota dewan menyebutkan, tiga pimpinan dewan itu yakni
Ketua DPRD Pangkalpinang Suhaili, Wakil Ketua Yugo Saldian dan
Irianto Tahor tidak mewakili anggota dewan secara keseluruhan.

Artinya, DPRD Pangkalpinang belum mengeluarkan keputusan apapun
terkait pembongkaran Bioskop Garuda dan Surya. Dukungan itu hanya
pernyataan tiga pimpinan dewan saja.

&quot;Kami anggota dewan tidak pernah dilibatkan. Apakah surat
pemberitahuan dari pemkot ada atau tidak, wallahualam. Pembongkaran
itu menyangkut kepentingan masyarakat banyak harusnya anggota dewan
mengetahuinya,&quot; kata Muhammad Rusdi dari Fraksi Gerindra Amanat
Nasional (GAN) DPRD Pangkalpinang, Senin (2/3).

 http://www.bangkapos.com/detail.php?section=1&amp;category=14&amp;subcat=6&amp;id=16321 </description>
            <pubDate>Sun, 11 Apr 2010 23:47:13 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Subjek: BATIK INDONESIA - oleh: Shandy</title>
            <link>http://www.arupadhatuindonesia.com/forum?func=view&amp;catid=15&amp;id=73#79</link>
            <description>saya setuju dengan menggalakan batik karena itu merupakan tradisi dari bangsa indonesia,
sudah seharusnya kita menjaga supaya budaya batik ini bisa dilestarikan,
saya berprofesi sebagai pedagang batik,adapun batik yang saya jual batik SEMAR dan saya sangat berharap batik ini bisa di ekspor ke luar negeri.
Bagi yang berminat melestarikan dan menjual batik SEMAR
bisa hubungi saya, karena harga yang saya berikan harga distributor.
Shandy Antonius
081809886633</description>
            <pubDate>Mon, 08 Mar 2010 23:56:36 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Subjek: AYO KE MUSEUM!!! - oleh: kukuhsw</title>
            <link>http://www.arupadhatuindonesia.com/forum?func=view&amp;catid=10&amp;id=74#78</link>
            <description>YAI Dampingi Siswa SD Lewat Gerakan Ayo ke Museum
Posted by sulis • February 20, 2010 • Printer-friendly

YOGYA (KRjogja.com) - Dalam rangka mendukung program pemerintah yakni tahun kunjung museum 2010, Yayasan Arupadhatu Indonesia (YAI) Yogyakarta menggelar 'Ayo ke Museum' yang memberi pendampingan bagi siswa SD Bantul Manunggal untuk mengunjungi sejumlah museum di Yogyakarta.

Koordinator kegiatan, Kristanti Wisnu Aji Wardani menyatakan tahun 2010 sebagai tahun kunjung museum menjadi momen penting untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap museum. Dan, YAI adalah lembaga yang memfokuskan gerakannya kepada pelestarian sumber daya budaya merespon positif momen tersebut.

&quot;Bersama siswa SD Bantul Manunggal, Arupadhatu Indonesia menunjungi beberapa museum yang ada di Jogja seperti Museum Biologi, Museum Anak Kolong Tangga, dan Museum Bahari,&quot; katanya di Museum Anak Kolong Tangga, TBY, Sabtu (20/2). Digelarnya kegiatan ini tak hanya sebagai sarana untuk mengenalkan museum kepada anak-anak saja, tapi juga bagaimana menanamkan kreativitas kepada anak sekolah, khususnya ketika berada di museum sebagai wahana pendidikan dan kebudayaan.  

http://www.festivalmalioboro.com/yai-dampingi-siswa-sd-lewat-gerakan-ayo-ke-museum/</description>
            <pubDate>Tue, 23 Feb 2010 03:40:57 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Subjek: BCB Dr.YAP (JL.C. Simanjuntak) - oleh: ardie</title>
            <link>http://www.arupadhatuindonesia.com/forum?func=view&amp;catid=15&amp;id=66#72</link>
            <description>Salam,
Dari informasi sahabat di Madya, perkembangan untuk 'kasus' ini, cenderung mengarah adanya 'konsesus'... Ini menjadi harapan terbaik sebagai penyelesaian ahir dalam konteks 'win-win solutions'... tapi bila masih ada hal-hal yang mengganjal, secara legalitas formal, berikut yang dapat dijadikan referensi sebagai kekuatan hukum mengikat dari dasar perjuangan yang dilakukan:
- PP No. 10/1993, tentang pelaksanaan UU No. 5/1992...
- Deklarasi Bukit Tinggi atau Piagam Pelestarian Budaya Indonesia...
- Washington Charter...
- Piagam Burra...
- Konvensi_Ekosob...
- LEMBAR FAKTA 16 KOMITE HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA...
- Convention for the Protection of Cultural Property in the Event of Armed Conflict. The Hague, 14 May 1954...
- Protocol for the Protection of Cultural Property in the Event of Armed Conflict. The Hague, 14 May 1954...
- Resolutions of the Intergovernmental Conference on the Protection of Cultural Property in the Event of Armed Conflict. The Hague, 14 May 1954...
semoga dapat dijadikan referensi awal...
salam
Ardie F. Noer</description>
            <pubDate>Wed, 02 Dec 2009 09:20:06 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Subjek: YANG HAMPIR PUNAH: DULMULUK... - oleh: ardie</title>
            <link>http://www.arupadhatuindonesia.com/forum?func=view&amp;catid=13&amp;id=70#70</link>
            <description>Sejarah Teater Tradisional Dulmuluk... http://arupadhatuindonesia.com/images/fbfiles/images/repro_dulmuluk.jpg 

Dari manakah dulmuluk berasal? Ada beberapa versi tentang sejarah teater tradisional yang berkembang di Sumatera Selatan itu. Satu versi yang sering disebut- sebut, teater ini bermula dari syair Raja Ali Haji, sastrawan yang pernah bermukim di Riau.

Penyair dan anggota Asosiasi Tradisi Lisan Sumatera Selatan, Anwar Putra Bayu, di Palembang, mengungkapkan, salah satu syair Raja Ali Haji diterbitkan dalam buku Kejayaan Kerajaan Melayu. Karya yang mengisahkan Raja Abdul Muluk itu terkenal dan menyebar di berbagai daerah Melayu, termasuk Palembang.

Seorang pedagang keturunan Arab, Wan Bakar, membacakan syair tentang Abdul Muluk di sekitar rumahnya di Tangga Takat, 16 Ulu. Acara itu menarik minat masyarakat sehingga datang berkerumun. Agar lebih menarik, pembacaan syair kemudian disertai dengan peragaan oleh beberapa orang, ditambah iringan musik.

Pertunjukan itu mulai dikenal sebagai dulmuluk pada awal abad ke-20. Pada masa penjajahan Jepang sejak tahun 1942, seni rakyat itu berkembang menjadi teater tradisi yang dipentaskan dengan panggung. Saat itu dulmuluk

Grup teater kemudian bermunculan dan dulmuluk tumbuh dan digemari masyarakat. ”Dulmuluk menarik karena menampilkan teater yang lengkap. Ada lakon, syair, lagu-lagu Melayu, dan lawakan. Lawakan, yang biasa disebut khadam, sering mengangkat dan menertawakan ironi kehidupan sehari- hari masyarakat saat itu,” kata Anwar Putra Bayu.

Ketua Umum Himpunan Teater Tradisional Sumsel Muhsin Fajri menilai, pementasan dulmuluk selalu ditunggu masyarakat karena akting di panggung dibawakan secara spontan dan menghibur, bahkan penonton juga bisa merespons percakapan di atas panggung. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Melayu dan bahasa Palembang.

Perjalanan dulmuluk mulai surut sejak tahun 1990-an, ketika alternatif hiburan semakin banyak, terutama melalui televisi dan film layar lebar. Teater tradisi itu semakin merosot setelah orang yang menggelar hajatan lebih memilih pertunjukan organ tunggal. Akhirnya, dulmuluk seperti kehabisan energi, kehilangan pamor, dan tidak mampu bangkit lagi.

Pada masa akhir pemerintahan orde baru di desa baturaja kecamatan rambang dangku pertunjukan dulmuluk sempat dihidupkan lagi, semua perlengkapan disediakan golkar sebagai sponsor tunggal, tentu saja pakaiannya ditambah gambar pohon beringin.

Walaupun rata-rata pemainnya adalah orang tua, hampir setiap malam ada latihan dulmuluk yang memang sudah jarang mereka mainkan, ketika dulmuluk masih berjaya hampir setiap ada pesta pernikahan di sekitar kecamatan rambang dangku kelompok dulmuluk desa baturaja selalu di tanggap semalam suntuk, namun sekarang belum ada yang berusaha menghidupkan kembali seni teater tradisional tersebut sejak tumbangnya pemerintahan orde baru. (Library: Bermula dari Syair Raja Ali Haji, kompas, 3/3/2006) http://arupadhatuindonesia.com/images/fbfiles/images/repro_dulmuluk.jpg</description>
            <pubDate>Sat, 21 Nov 2009 01:19:59 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Subjek: Tari Maena - NIAS - oleh: Arupadhatu</title>
            <link>http://www.arupadhatuindonesia.com/forum?func=view&amp;catid=5&amp;id=65#65</link>
            <description>http://www.youtube.com/watch?v=9Eo_LJzG5Z0

Tari Maena - NIAS
Propinsi: Sumatera Utara (Nias)
Deskripsi: Maena sebuah tarian yang sangat simpel dan sederhana, tetapi mengandung makna kebersamaan, kegembiraan, kemeriahan, yang tak kalah menariknya dengan tarian-tarian yang ada di Nusantara. Dibandingkan dengan tari moyo, tari baluse/tari perang (masih dari Nias), maena tidak memerlukan keahlian khusus. Gerakannya yang sederhana telah membuat hampir semua orang bisa melakukannya. Kendala atau kesulitan satu-satunya adalah terletak pada rangkaian pantun-pantun maena (fanutunõ maena), supaya bisa sesuai dengan event dimana maena itu dilakukan. Pantun maena (fanutunõ maena) biasanya dibawakan oleh satu orang atau dua orang dan disebut sebagai sanutunõ maena, sedangkan syair maena (fanehe maena) disuarakan oleh orang banyak yang ikut dalam tarian maena dan disebut sebagai sanehe maena/ono maena. Syair maena bersifat tetap dan terus diulang-ulang/disuarakan oleh peserta maena setelah selesai dilantunkannya pantun-pantun maena, sampai berakhirnya sebuah tarian maena. Pantun maena dibawakan oleh orang yang fasih bertuntun bahasa Nias (amaedola/duma-duma), namun seiring oleh perkembangan peradaban yang canggih dan moderen, pantun-pantun maena yang khas li nono niha sudah banyak menghilang, bahkan banyak tercampur oleh bahasa Indonesia dalam penuturannya, ini bisa kita dengarkan kalau ada acara-acara maena dikota-kota besar. Maena boleh dibilang sebuah tarian seremonial dan kolosal dari Suku Nias, karena tidak ada batasan jumlah yang boleh ikut dalam tarian ini. Semakin banyak peserta tari maena, semakin semangat pula tarian dan goyangan (fataelusa) maenanya. Maena biasanya dilakukan dalam acara perkawinan (fangowalu), pesta (falõwa/owasa/folau õri), bahkan ada maena Golkar pada pemilu tahun 1971 (niasonline.net), menandakan betapa tari maena sudah membudaya dan fleksibel, bisa diadakan dalam acara-acara apa saja. Tidak salah lagi maena merupakan tarian khas yang mudah dikenali dan dilakukan oleh ono niha maupun oleh orang diluar Nias yang tiada duanya dengan tarian poco-poco (Sulawesi) atau tarian sajojo (Irian), yang telah memperkaya panggung budaya nasional. Di Nias maupun di kota-kota besar seperti Jakarta, Medan, Batam, Surabaya, Bandung, Padang, Sibolga dsb, kita sering menjumpai maena pada acara pernikahan orang-orang Nias, dan kitapun kadangkala ambil bagian didalamnya &quot;tetapi hanya sebatas&quot; sebagai sanehe maena. Maena, tari moyo, tari baluse, hombo batu, li niha, amaedola adalah merupakan kekayaan budaya ono niha yang seharusnya terus dilestarikan, agar jati diri kita sebagai ono niha tidak menghilang dan ke-Indonesiaan kita tetap terjaga oleh pengaruh budaya dari luar yang semakin kuat menghimpit budaya-budaya lokal.

Sumber: http://budaya-indonesia.org/iaci/Tari_Maena_(Nias)</description>
            <pubDate>Fri, 06 Nov 2009 03:05:52 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Subjek: Tari Dewi - classic dance from Sunda, Indonesia - oleh: Arupadhatu</title>
            <link>http://www.arupadhatuindonesia.com/forum?func=view&amp;catid=5&amp;id=64#64</link>
            <description>http://www.youtube.com/watch?v=tJzcRH9N740

Tari Dewi - classic dance from Sunda, Indonesia</description>
            <pubDate>Fri, 06 Nov 2009 02:59:27 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Subjek: Reinventarisasi - oleh: adi</title>
            <link>http://www.arupadhatuindonesia.com/forum?func=view&amp;catid=11&amp;id=56#63</link>
            <description>Kembali kasih..
yang saya sebutkan di atas adalah Output yang sudah pasti akan ada. 
ditambah dengan pembuatan database digital yang mudah diakses oleh umum.
Apakah Anda punya ide lain?

daripada hanya mengawasi, mending ikut gabung aja Om, mungkin anda punya ide2 cemerlang yang belum terpikirkan oleh kami.
oiya, Tp Kegiatan ini sukarela lho :)

Semoga kegiatan serupa juga dapat dilaksanakan di daerah2 lain di Indonesia.</description>
            <pubDate>Fri, 06 Nov 2009 02:47:34 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Subjek: Javan Archeological Discovery in Progress - oleh: Arupadhatu</title>
            <link>http://www.arupadhatuindonesia.com/forum?func=view&amp;catid=13&amp;id=55#55</link>
            <description> Archeological excavations carried out on the Island of Java, Indonesia, 2005 - 2008 

http://www.youtube.com/watch?v=FHfLwhmnahc</description>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2009 22:06:23 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Subjek: Penetapan Batik Indonesia - oleh: Arupadhatu</title>
            <link>http://www.arupadhatuindonesia.com/forum?func=view&amp;catid=13&amp;id=53#53</link>
            <description>Info dari :http://berita.liputan6.com/sosbud/200909/243416/Batik.Milik.Indonesia
  Liputan6.com, Bogor : Akhirnya. United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) akan menetapkan batik sebagai warisan budaya dari Indonesia. Kabar gembira ini disampaikan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie dan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (7/9).

Pemberian sertifikat pengesahan batik sebagai representasi budaya Indonesia, akan dilakukan dalam sidang UNESCO di Abu Dhabi, 2 Oktober mendatang. Seiring dengan itu Presiden Yudhoyono mengimbau pada momen itu masyarakat Indonesia mengenakan batik sebagai bentuk penghargaan warisan budaya. Penetapan ini diharapkan bisa mencegah klaim batik oleh negara lain.

UNESCO mengakui keunikan batik sebagai warisan budaya Indonesia yang memiliki filosofi mendalam. Upaya pemerintah melestarikan dan melindungi batik melalui penerbitan buku panduan sejarah batik juga menjadi pertimbangan.Selengkapnya saksikan video berita ini.(AIS) </description>
            <pubDate>Wed, 30 Sep 2009 23:03:30 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Subjek: pengelolaan artefak underwater archaeology - oleh: Ella</title>
            <link>http://www.arupadhatuindonesia.com/forum?func=view&amp;catid=14&amp;id=47#52</link>
            <description>Ya, memang sudah banyak lembaga yang &quot;bergelut&quot; di bidang underwater archaeology, tetapi seringkali pada akhirnya berhenti di tengah jalan..karena keterbatasan yang dimiliki masing-masing lembaga tersebut terutama pembiayaan untuk konservasi peninggalan bawah air yang tidak mudah dan murah. Bahkan banyak terjadi benturan-benturan dengan kepentingan-kepentingan dari lembaga lain yang seharusnya saling bekerjasama, seperti yg sudah dipaparkan sdr.Inu di atas.  

Keberadaan tinggalan bawah air itu terkadang kita pikir rahasia, dan hanya orang-orang atau instansi tertentu yang otomatis berasa di dalamnyalah yang berwenang mengetahuinya. Saya pikir kerahasiaan itu terkadang perlu, apabila dilapangan tinggalan-tinggalan tersebut belum dapat diangkat dari permukaan dan apabila diketahui umum, akan banyak yang tertarik(termasuk para penyelam pemburu harta).

Seperti yang terjadi di p.Genting di Kep.Karimunjawa,,nelayan-nelayan yang sering mendapatkan temuan-temuan arkeologi merasa terancam dan curiga atas kedatangan tim BALAR jogja dan BP3Jateng untuk melakukan survey satu titik kapal karam yang ada di perairan tersebut. Pada awalnya para nelayan dan penduduk tersebut merasa curiga dan merahasiakan info titik tersebut dari Tim. Padahal kita tahu bahwa BP3 Jateng mempunyai kewenangan dalam hal itu. Sikap mereka yang terkesan curiga tersebut akibat dulu pernah terjadi hal serupa(kedatangan orang yang mengaku sebagai Pemerintah yg berwenang untuk mengetahui info sebuah titik kapal karam). Hingga nelayan memberi tahukan info tersebut karena iming2 imbalan yang besar. Namun yang terjadi ialah, eksploitasi dan pengangkatan ilegal oleh oknum yang mengaku sebagai perwakilan dari pemerintah itu. pada akhirnya, masyarakat juga yang dirugikan, dan pihak-pihak arkeologi juga turut merugi, karena kepercayaan masyarakat telah luntur. Sehingga, sulit bagi arkeolog untuk meyakinkan masyarakat lagi.:( 

Kerahasiaan juga diperlukan dalam kasus tersebut.
Namun apabila sudah ada tindakan yang lebih lanjut seperti penelitian, survey maupun pengangkatan, wajib hukumnya semua itu di publikasikan, karena publikasi merupakan salah satu pertanggungawaban atas penelitian yang telah dilakukan. 

betul..betul..betul??? B) B) B)</description>
            <pubDate>Tue, 29 Sep 2009 17:10:04 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Subjek: positioning ARUPADHATU Indonesia - oleh: ardie</title>
            <link>http://www.arupadhatuindonesia.com/forum?func=view&amp;catid=11&amp;id=26#32</link>
            <description>siap... terima kasih atas kesempatan yang diberikan... salam ardie</description>
            <pubDate>Wed, 16 Sep 2009 20:30:14 +0700</pubDate>
        </item>
    </channel>
</rss>